Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Pos Oepoli Pantai Tanamkan Kesadaran Bahaya HIV/AIDS dan NAPZA kepada Generasi Perbatasan

Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Pos Oepoli Pantai saat menggelar penyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di SMA Negeri 1 Amfoang Timur.

Berita Sekolah326 Dilihat

Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Pos Oepoli Pantai Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS dan Narkotika di SMAN 1 Amfoang TimurAmfoang Timur – Komitmen menjaga Kedaulatan Negara tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Hal inilah yang ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Pos Oepoli Pantai saat menggelar penyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di SMA Negeri 1 Amfoang Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Kedatangan rombongan Satgas disambut meriah oleh pihak sekolah dengan bunyi drumband serta pengalungan kepada Narasumber oleh Kepala SMA Negeri 1 Amfoang Timur.

Suasana semakin hangat dengan tarian adat penyambutan khas Amfoang Timur yang menggambarkan rasa hormat dan kebanggaan masyarakat perbatasan atas kehadiran para Prajurit TNI.

Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk peneguhan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar perbatasan.

Sebagai Narasumber utama, Dokter Satgas Lettu CKM Jason Anthony, M.Res., menyampaikan materi secara lugas, edukatif, dan mudah dipahami. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa HIV dapat menyerang siapa saja yang memiliki perilaku berisiko. Penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, terutama pada pengguna narkoba suntik, tato atau tindik dengan alat yang tidak steril, hubungan seksual bebas, serta transfusi darah yang tidak aman.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahaya penyalahgunaan NAPZA yang dapat merusak sistem saraf, menghancurkan masa depan, serta berdampak pada gangguan mental dan sosial.

Ia mengajak para Murid untuk berani berkata tidak terhadap narkoba dan menjaga pergaulan yang sehat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Lettu Arh Putra Bona Tua PMS, S.Tr.(Han), Dantonkes Letda CKM Dimas Aditya D, S.Kep., Ners, serta Danpos Oepoli Pantai Sertu Suhelpan.

Dalam sambutannya, Sertu Suhelpan menegaskan bahwa anak-anak di wilayah perbatasan adalah Aset Bangsa yang harus dijaga dan dibina. Ia menyampaikan bahwa tugas TNI bukan hanya menjaga batas negara, tetapi juga memastikan generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh ancaman seperti HIV/AIDS dan NAPZA.

Ketua OSIS SMAN 1 Amfoang Timur, Yoklin Tirsa Tamelab dari kelas XI A dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 2/Alap-Alap.

Ia menyebut kehadiran TNI di sekolah perbatasan bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing dan pelindung generasi muda.

Menurutnya, menjadi pelajar di wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri. Selain harus berprestasi, para Murid juga dituntut memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA merupakan ancaman nyata yang harus dipahami dan dihindari bersama.

Kepala SMA Negeri 1 Amfoang Timur, Bapak Farid Alfian Mere, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satgas Pamtas terhadap dunia pendidikan di wilayah perbatasan.

Ia berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bekal berharga bagi Murid dalam menghadapi tantangan zaman.

Menambah semarak kegiatan, di akhir sesi Lettu CKM Jason Anthony, M.Res. mengadakan kuis interaktif untuk menguji pemahaman Murid. Pertanyaan pertama tentang pengertian narkoba berhasil dijawab dengan tepat oleh Murid Maria Julia Memori Asone dari kelas XII A yang kemudian mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa.

Kegiatan penyuluhan berlangsung tertib, lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas tidak hanya menjaga Batas Negara secara fisik, tetapi juga turut membentengi generasi muda perbatasan dari ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

Diharapkan, semangat edukasi dan kepedulian ini terus tumbuh, sehingga pelajar di wilayah perbatasan dapat menjadi generasi yang sehat, berkarakter dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *