Sulamu, Kabupaten Kupang.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi perbatasan, Wendelina Fallo, yang berhasil meraih Juara II cabang Panca Lomba Atletik kategori putri pada kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA tingkat Kabupaten Kupang tahun 2026 yang berlangsung di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, pada 28–29 April 2026.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Wendelina. Pasalnya, atlet muda asal wilayah perbatasan tersebut sukses mempertahankan prestasinya selama dua tahun berturut-turut. Pada O2SN tahun 2025 yang digelar di Kupang Tengah, Wendelina juga berhasil finis di posisi kedua pada cabang lomba yang sama.
Capaian ini membuktikan konsistensi dan semangat juang yang tinggi di tengah persaingan ketat para atlet dari berbagai sekolah di Kabupaten Kupang. Mempertahankan prestasi tentu bukan perkara mudah, terlebih pada cabang Panca Lomba Atletik yang menuntut kemampuan fisik, teknik, serta mental bertanding yang kuat.
Dalam keterangannya, Wendelina mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraih.
“Puji Tuhan saya kembali bisa mengharumkan nama sekolah, orang tua, dan masyarakat Amfoang pada umumnya,” ungkap Wendelina.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, pelatih, dan para pendamping yang telah memberikan kesempatan serta dukungan penuh selama mengikuti perlombaan.
Menurutnya, pihak sekolah bahkan menyiapkan berbagai kebutuhan perlombaan seperti seragam dan sepatu untuk menunjang penampilan dirinya bersama rekan satu timnya, Bernabas Manuel, yang turut mengikuti cabang Panca Lomba Atletik kategori putra.

Pada kategori putra, Bernabas Manuel juga telah berusaha memberikan penampilan terbaiknya. Namun, akumulasi nilai dari lima nomor pertandingan, yakni lari 100 meter, lari 400 meter, tolak peluru, lempar lembing, dan lompat jauh, belum berhasil mengantarkannya masuk dalam enam besar atlet dengan perolehan poin tertinggi.
Meski demikian, Bernabas tetap merasa bangga dan bersyukur dapat mewakili sekolah dalam ajang tersebut.
“Saya bersyukur bisa diberi kesempatan berlomba. Anak-anak perbatasan juga diberi ruang dan kesempatan yang luas untuk berprestasi oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, tim pendamping yang terdiri dari Markus Lelis, Vian Boly, Ermi Parera, dan Yabes Eluama mengaku ikut merasakan perjuangan berat yang dilalui para atlet selama mengikuti kegiatan O2SN di Sulamu.
“Kami sangat terharu melihat perjuangan Wendelina dan Bernabas. Mereka sudah memberikan yang terbaik dan menunjukkan semangat luar biasa sebagai anak-anak perbatasan,” ujar salah satu pendamping.
Kepala sekolah, Farid Mere, yang turut hadir langsung di lokasi kegiatan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan proficiat atas prestasi yang diraih.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras pelatih, pendamping, dan para atlet tidak sia-sia.
“Jerih lelah pelatih dan pendamping terbayar tuntas dengan prestasi yang diraih. Ke depan pihak sekolah akan melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang ditemukan selama proses latihan maupun saat perlombaan agar prestasi yang diraih bisa lebih baik lagi,” tutur Farid Mere.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan dan persaingan ke depan akan semakin berat.
“Jangan senang berlebihan, karena tugas berat masih menanti di depan,” pesannya.
Prestasi yang diraih Wendelina Fallo menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk berprestasi. Semangat juang anak-anak perbatasan terus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan mengharumkan nama sekolah maupun daerah di tingkat Kabupaten Kupang.
Penulis: Ata Nua
